-->

Kesedihan Rumi Pada Shams Tabrizi


Ketika sahabatnya (sekaligus gurunya), Shams mendadak pergi dan tak akan pernah kembali lagi untuk selamanya, Rumi mengalami kesedihan yang teramat dalam. Karena bagi Rumi, Shams adalah matahari yang luar biasa, matahari yang mengubah seluruh hidupnya, membakarnya, membuatnya menyala dan membawanya ke dalam cinta yang sempurna. Dalam sebuah syairnya, dia menggambarkan :
Malam berpakaian hitam,

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel